Gunungkidul — Upaya penguatan sektor pendidikan di Kabupaten Gunungkidul kian menemukan momentumnya. Hal ini ditandai dengan audiensi antara jajaran Majelis Luhur dan Perguruan Tamansiswa dengan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) di ruang rapat Wakil Bupati.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan ceramah kebangsaan yang sebelumnya diselenggarakan oleh Persatuan Tamansiswa di Pendapa Majelis Luhur Tamansiswa Yogyakarta. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi terkait rencana pengembangan Perguruan Tamansiswa, khususnya di Cabang Playen.

Dalam forum tersebut, Tamansiswa menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta. Hal ini disampaikan oleh Ki Saur Panjaitan, yang menekankan bahwa pengembangan pendidikan di Tamansiswa dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni penguatan lembaga yang telah ada serta pendirian program pendidikan baru berbasis kebutuhan masyarakat.

“Tamansiswa memiliki kekhasan dalam pendidikan karakter atau budi pekerti, sebagaimana ajaran Ki Hadjar Dewantara, yakni ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tamansiswa juga membuka peluang pengembangan pendidikan vokasi, termasuk kemungkinan pendirian lembaga pendidikan kejuruan atau politeknik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Gunungkidul.

Baca Juga : Mengulik Eksistensi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Dalam Aparatur Sipil Negara (ASN)

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan yang diusung Tamansiswa. Wakil Bupati menilai bahwa pembangunan daerah yang berdaya saing, baik di tingkat regional, nasional, maupun global, harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

“Pendidikan harus menjadi prioritas utama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi daerah secara optimal,” tegas Joko Parwoto.

Sementara itu, dari sisi Perguruan Tamansiswa Gunungkidul, Ki Wakijan memaparkan hasil kajian internal yang menunjukkan adanya pergeseran orientasi masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Dari total 70 SMA/SMK di Gunungkidul dengan jumlah 27.545 siswa, sebanyak 19.758 siswa atau sekitar 71,7 persen memilih jalur pendidikan kejuruan.

Data tersebut dinilai sebagai peluang strategis bagi Tamansiswa untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Salah satu opsi yang mengemuka adalah rencana pendirian politeknik kesehatan (Poltekkes) dengan program studi awal meliputi gizi, keperawatan, kebidanan dan farmasi.

Audiensi ini dihadiri oleh sejumlah pengurus Majelis Luhur Tamansiswa, di antaranya Ki Saur Panjaitan (Panitera Umum/Sekretaris Jenderal), Ki Mudjiono (Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan SDM), serta Ki Untung Sutrisno (Ketua Bidang Usaha, Ekonomi, dan Koperasi). Sementara dari Perguruan Tamansiswa Gunungkidul hadir Ki Wakijan dan Nyi Intan Kurnia Putri.

Dari hasil pertemuan tersebut, kedua pihak mencapai kesepahaman mengenai arah besar pengembangan pendidikan di Gunungkidul. Wakil Bupati menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan dan kontribusi nyata, yang secara teknis akan dibahas lebih lanjut dalam forum lanjutan

Di sisi lain, Tamansiswa berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk membuka peluang bagi Wakil Bupati untuk terlibat langsung dalam kepengurusan Yayasan Perguruan Tamansiswa, baik di tingkat Majelis Luhur maupun di tingkat daerah.

Sinergi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Gunungkidul sekaligus memperkuat peran Tamansiswa sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia (red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *