(Jogjalima.com | Yogyakarta) – Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka perceraian di Kota Yogyakarta yang mencapai 505 kasus sepanjang tahun 2024. Hal tersebut disampaikan di Ngabuburit Saresehan dan Buka Bersama Jamaah dan Umaro bersama Walikota dalam rangka Ramadhan 1447 H yang digelar di Masjid Al Irsyad Karanganyar, Brontokusuman Kota Yogyakarta, Senin sore (2/3/26).

Hasto Wadoyo dalam sambutannya menyanpaikan, bahwa perceraian dipicu berbagai faktor, mulai dari ketidakharmonisan rumah tangga, persoalan ekonomi seperti jeratan pinjaman online (pinjol), hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, kondisi ini memerlukan langkah preventif melalui program pra nikah atau klinik nikah guna membekali calon pasangan dengan kesiapan emosi dan mental sebelum membangun rumah tangga.

“Persiapan pernikahan tidak hanya administratif, tetapi juga kesiapan mental dan pengelolaan emosi. Ini penting agar rumah tangga lebih kokoh dan harmonis,” jelas Hasto.

Selain persoalan perceraian, ia juga menyoroti meningkatnya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Yogyakarta yang mencapai sekitar 3.000 orang, baik kategori berat, sedang, maupun ringan. Ia menegaskan perlunya perhatian dan pendampingan komprehensif dari berbagai pihak untuk menangani persoalan tersebut.

Ditempat yang sama, Hasto turut menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Yogyakarta, di antaranya program pengelolaan sampah melalui Mas Jos, program pelayanan lansia, serta gerakan kebersihan atau reresik sungai.

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Walikota Wahyu Hendratmoko SE MM, Pimpinan BPD DIY Cabang Senopati Gunawan HB, Direktur PT Bank Syariah BDS Edi Sunarto SE MM, unsur MPP Mergangsan, Kapolsek, Danramil, KUA, Kapuskesmas, Lurah Brontokusuman, Ketua Takmir Masjid Al Irsyad Ustadz M. Helmi Kurniawan SIP, penasihat Prof Sugeng, unsur PCM/PRM, LPMK, serta jamaah masjid.

Sementara itu, Ustadz Harris Syarif Usman SH MKn dari Muhammadiyah menyampaikan bahwa Masjid Al Irsyad merupakan masjid unggulan PDM Kota Yogyakarta yang mampu menyelaraskan lima pilar masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat, serta menuju Eco Masjid yang ramah lingkungan, anak, dan difabel.

Ia juga menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Yogyakarta terkait program lansia, pengelolaan sampah, serta gerakan kebersihan Sungai Code dan lingkungan sekitar.

Di akhir acara, dilaksanakan penyerahan santunan dari Direktur Bank Syariah BDS Edi Sunarto yang berkomitmen mendukung program bedah rumah, serta pentasyarufan zakat dari Pimpinan BPD Senopati yang diterima Ketua Takmir Ustadz Helmi Kurniawan dan disaksikan langsung oleh Walikota. (Sus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *