Oleh : Ustadz ARIS WINATA, SKM,.MM

Sholat adalah ibadah yang paling utama dalam ajaran Islam. Ia merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Setelah seorang muslim menyatakan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka kewajiban berikutnya adalah menegakkan sholat.

Sholat fardhu dilaksanakan lima kali dalam sehari semalam: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Namun banyak orang belum menyadari bahwa bukan hanya sholatnya saja yang bernilai ibadah. Sejak seseorang berniat melangkah dari rumah menuju masjid, pahala sudah mulai dicatat oleh Allah SWT.

Ketika seseorang berniat keluar dari rumah untuk menunaikan sholat berjamaah di masjid, niat tersebut sudah bernilai pahala di sisi Allah. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan sholat dalam kehidupan seorang muslim. Setelah itu, seorang muslim mengambil wudhu. Wudhu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi juga membersihkan dosa-dosa kecil yang melekat pada diri kita. Dalam doa setelah wudhu, kita memohon kesucian lahir dan batin, bertobat kepada Allah, serta memperbaharui persaksian tauhid bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Setelah berwudhu, seorang muslim dianjurkan mengenakan pakaian yang baik dan bersih ketika akan melaksanakan sholat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap kali memasuki masjid.” (QS. Al-A’raf: 31). Ayat ini mengajarkan bahwa menghadap Allah adalah momen yang agung, sehingga seorang muslim dianjurkan tampil bersih dan rapi.

Ketika seseorang berjalan menuju masjid, setiap langkahnya bernilai ibadah. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa setiap langkah kaki kanan akan menambah pahala, dan setiap langkah kaki kiri akan menghapus dosa. Begitu sampai di masjid, kita dianjurkan masuk dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa:

“Allahummaf-tah lii abwaaba rahmatika.” Artinya: “Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Setelah masuk masjid, dianjurkan melaksanakan sholat tahiyatul masjid dua rakaat sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah.

Orang yang sudah berada di masjid sebelum adzan dikumandangkan memiliki keutamaan yang besar. Dalam berbagai penjelasan ulama disebutkan bahwa pada hari kiamat, orang-orang yang terbiasa datang lebih awal ke masjid akan mendapatkan cahaya yang terang, sementara pada hari itu manusia berada dalam kegelapan yang sangat dahsyat. Bagi laki-laki, sangat dianjurkan untuk mengumandangkan adzan. Rasulullah SAW bersabda bahwa muadzin akan diampuni dosa-dosanya sejauh suara adzannya terdengar.

Sebelum sholat fardhu, seorang muslim dianjurkan melaksanakan sholat sunnah rawatib qabliyah. Amalan ini memiliki pahala yang luar biasa. Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa mengerjakan sholat sunnah rawatib dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” Ummu Habibah sendiri berkata bahwa sejak mendengar hadits tersebut, beliau tidak pernah meninggalkan sholat rawatib tersebut.

Baca Juga : Lailatul Qadar : Malam Kemuliaan dan Momentum Perubahan Diri

Ketika menunggu iqamah, dianjurkan untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa di antara adzan dan iqamah adalah doa yang sangat mustajab, yang jarang ditolak oleh Allah SWT. Setelah itu barulah seorang muslim melaksanakan sholat fardhu berjamaah.

Setelah sholat, kita dianjurkan memperbanyak dzikir. Di antaranya membaca istighfar, Al-Fatihah, Ayat Kursi, serta surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang rutin membaca Ayat Kursi setelah sholat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Kemudian dilanjutkan dengan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, lalu ditutup dengan doa.

Jika setelah sholat masih ada sholat sunnah ba’diyah, maka dianjurkan untuk melaksanakannya. Setelah itu, ketika keluar dari masjid dianjurkan membaca doa: “Allahumma inni as-aluka min fadhlik.” Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia dari-Mu.” Ketika keluar dari masjid dianjurkan mendahulukan kaki kiri serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat pulang ke rumah, pahala masih terus mengalir. Setiap langkah kaki kanan menambah pahala, dan setiap langkah kaki kiri menghapus dosa. Bahkan dianjurkan pulang melalui jalan yang berbeda dari jalan ketika berangkat ke masjid.

Semua ini menunjukkan bahwa pahala yang menyertai sholat fardhu berjamaah di masjid sangatlah besar, bahkan sejak seseorang berniat keluar dari rumah hingga kembali lagi. Karena itu, marilah kita membiasakan diri meramaikan masjid dengan sholat berjamaah. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga sholatnya dan mendapatkan pahala yang besar di dunia maupun di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *