(Jogjalima.com|Bantul) – Minggu, 1 Maret 2026, menjadi momentum penting bagi program ketahanan pangan di wilayah Ngoto, Bangunharjo. BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo sukses menggelar panen ke 6 (enam) Terong Nasubi, varietas terong khas Jepang yang kini mulai dibudidayakan secara lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

​Budidaya ini merupakan bagian dari inisiatif Program Ketahanan Pangan Kalurahan Bangunharjo yang dikelola melalui BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo di Lahan Ketahanan Pangan Ngoto. Selain untuk memperkuat kemandirian pangan desa, program ini bertujuan mengedukasi warga mengenai pentingnya mengonsumsi sayuran berkualitas tinggi dengan harga yang tetap terjangkau.

​Berbeda dengan terong pada umumnya, Terong Nasubi memiliki karakteristik unik yang membuatnya digemari, yaitu teksturnya sangat renyah namun tetap lembut saat dimasak.

Kemudian ​rasanya tidak memiliki rasa pahit (getir), sehingga cocok untuk berbagai jenis olahan masakan dan nutrisinya laya akan serat untuk kesehatan pencernaan, mengandung antioksidan Anthocyanin untuk perlindungan sel otak, serta membantu mengontrol kadar lipid dan menjaga kesehatan kulit.

​Di sela-sela kegiatan panen, Sapto Ciptoto, salah satu pengurus BUMKAL di Bangunharjo Sewon Bantul menyampaikan pandangannya mengenai pergeseran peran generasi muda di dunia pertanian.

“Filosofinya sederhana, kalau kita bisa mengamankan perut masyarakat dengan sayur yang sehat, kita sudah membantu menjaga stabilitas wilayah secara mandiri,” ungkapnya.

​Ia menambahkan bahwa pemilihan Terong Nasubi bukan tanpa alasan. “Kami ingin menghadirkan produk premium tapi dengan harga yang membumi. Di sini, masyarakat bisa mendapatkan Terong Nasubi mulai dari harga 6 ribuan. Kami ingin mendobrak stigma bahwa makanan sehat itu harus mahal,” pungkasnya. (Sus)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *