(Jogjalima.com | Yogyakarta) – Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., gelar “Serap Aspirasi dan Buka Bersama”, Senin sore (2/3/26) di Ruang Serbaguna Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Jl. Kusumanegara No. 133, agenda ini menjadi jembatan dialog strategis antara senator dan konstituennya.
Kegiatan dihadiri 64 perwakilan dari 23 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan profesi di seluruh DIY. Kehadiran berbagai elemen lintas sektor, mulai dari pengusaha, praktisi budaya, kalangan profesional, wartawan, sahabat disabilitas hingga aktivis muda, menegaskan komitmen Syauqi dalam menjaring suara dari akar rumput secara inklusif.
Syauqi dalam penyataannya menekankan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan. Pertama, menjadi wadah untuk menyerap aspirasi teknis sesuai bidang yang ditekuni masyarakat, seperti olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Alhamdulillah, sore ini kita bisa bersilaturahmi. Kesempatan pertama ini kami gunakan untuk menyerap aspirasi yang selama ini mungkin belum tersampaikan secara maksimal. Gagasan-gagasan ini akan kami bawa dan sampaikan di tingkat pusat,” ujar Syauqi.

Kedua, ia berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan melalui rangkaian audiensi lanjutan yang lebih spesifik agar setiap isu mendapatkan perhatian yang layak di sidang-sidang DPD RI mendatang.
Sedangkan yang ketiga, tidak kalah penting adalah menjaga kohesi sosial melalui tradisi lokal. Syauqi percaya bahwa kebijakan yang baik harus berangkat dari gagasan kolektif yang inklusif.
“Tradisi guyub itu harus dilestarikan karena merupakan bagian dari budaya kita. Saya membuka ruang ini agar terus tumbuh, sehingga muncul gagasan-gagasan positif yang diterima semua pihak karena berangkat dari kebutuhan bersama,” pungkasnya.
Mengingat waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan Ramadan, agenda ditutup dengan sesi buka puasa bersama. Suasana hangat ini dimanfaatkan para tokoh organisasi untuk berdiskusi santai sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Ke depan, 64 peserta yang hadir diharapkan terus memberikan kontribusi pemikiran konstruktif. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diperjuangkan di Jakarta benar-benar mencerminkan kebutuhan riil dan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat Yogyakarta. (Sus)
